TINTA HITAM
TINTA HITAM
(A Sampai Dengan Z)
Karya : AZHARI
Senyum yang tulus timbul dibalik segelintiran orang, mereka mengucapkan sesuatu hal yang penting, kadang bosan tapi mereka tertawa( Ha.ha.ha.ha.haha). Marah ketika tak ada lagi solusi, ngambek hingga perkelahian pun bisa terjadi. Disaat sesosok aku hadir membawa gelap dan terang bagi mereka. Timbullah keinginan tuk mengubah segalanya.
Aku emang terlupakan tuk kalian meski aku harus menerima perkataan yang kurang baik, sabar itu tindakanku, doa terucapkan tuk mereka, meski kuharus berjalan susah payah, ngeap ngeapan, tertatih tatih tuk membekali diri dengan ilmu. Kadang ku merasa iri pada mereka yang membawa roda berputar tapi ku menepis semuannya dengan senyuman, tak ada yang mengerti, ketika langkah kaki ini lelah ku harus berhenti sejenak ditepian jalan, sendirian dan berjuang. Itu anugrah buatku karna jarang ada insan yang dapat hidayah dalam hidup sepertiku.
*****
Kadang aku menangis dengan meneteskan air mata jika melihat orang pulang pergi kesekolah dengan roda berputar, apa lagi jika mereka acuh dengan pejalan kaki sepertiku, ketika ku memanggil kadang seolah aku seperti seorang yang ingin menumpang roda berputarnnya, sejujurnya ku hanya menegur tuk selalu mengikat tali silaturahmi, mungkin ini takdirku baik disekolah mau dilingkunganku bagai bungkusan plastik jika tak ada guna akan terbuang, terbakar, hingga terkubur, aku bertanya tanya pada diriku, inikah aku (it’s me) !!!. mereka hanya tersenyum dengan sedikit empati, karna mereka berpikir tuk apa bercanda dan bergurau dengan seorang bungkus sepertiku, aku berpikir adakah sedikit surga buatku. Ketika ku sendiri, beberapa malaikat yang menghampiriku dengan senyumannya yang manis, menunjukan kepedulian yang sangat, menghapus setetes air dengan sehelai benang yang mereka pegang.
Makin kuberlari bersama malaikat aku semakin tertarik dengan sejuta asa yang terlihat seperti mengangkasa bersama sama. Oh inikah hidupku, apa ini kehidupan keduaku yang tak pernah terbayangkan akan seperti butir debu yang bersinar. Hari ke hari mereka membawa senyum walaw senyumnya kadang membuatku merasa hampa, kaki tua kami melangkah sedikit dan sedikit hingga berdebu, hingga canda tawa yang membuatku terbahak bahak dengan senyuman bahagia. Mereka menghiburku melalui kalimat tawa.
*****
Disekolah setiap luang waktu ku menghabiskan hari bersama mereka tuk menemukan jawaban hidup yang sebenarnya, pagi yang terang mengawali hari ku dengan senyuman manja yang membuatku semakin berani melangkah kan kaki, oh indah betapa bahagianya aku sekarang mereka selalu dan selalu mengundang tawa, hingga disaat yang tak bisa ku bayangkan dan aku tak percaya, orang tua yang selalu aku banggakan dengan kaki lelahnya yang dihabiskan tuk menyuapiku, disaat itu setelah sepulangnya aku dari sekolah, seperti biasa aku melakukan hal biasa seperti orang biasa tuk melakukan tugas seorang anak, tak kusangka aku mengucap kata gelap itu atau ayahku yang mengucapkan karena aku hanya bersilat lidah dengan tawa bisa membuatnya marah, yang mengatakan kata yang tak pantas tuk diriku, “percuma shalat jika hatimu busuk dengan berulang ulang, dan dilanjuti dengang keributan yang membuat satu kampung terniang, “ mulai detik ini jangan panggil aku ayahmu, aku tidak rela didunia dan di akhirat menggapmu seorang anak” .
*****
Air mata seperti tak terbendung disetiap sujudku , mata ini seoalah tak pernah berbohong tuk mengeluarkan sejuta kebisuan dan mengatakan bagaimana ini bisa terjadi !!! mungkin aku bertanya bagaimana jika ini terjadi pada kalian, tapi ada seberkas cahaya mengatakan “ sabar nak, jangan dengerkan, fokus dengan pendidikanmu, ayo semangat, Ibu selalu mendukungmu” aku terharu walaw kedengaran biasa, itu bagiku kata kata suci yang sampai saat ini membuatku tak pernah menyerah dan berjuang sampai pada saatnya. aku membuktikan bahwa aku bukan seorang yang tangguh tapi seorang yang tangguh dalam gejolak dunia yang dimana Surga yang kudapat.
Seperti biasa Allah memberikan rencananya kadang ia membuatnya seolah olah ini bukan ujian tapi soal belaka yang beranak ganda, oh betapa tak bisa aku duga, kebenaran yang membuatku tersenyum bahagia, ketika dia menghampiriku dengan sehelai benang, dimana ternyata Ujian itu membuatku menjadi seorang yang lebih tangguh tuk menggapai cahaya terang bersama malaikat malaikat itu, ia bersamamu sekarang tapi kadang ia tidak bersamamu, ia membawa senyum kadang membawa duka, ia melihat tapi kadang tak kau perhatikan, senyumnya, tawanya, canda guraunya, kasih hingga sayangnya akan selalu terbayang bayang dengan cucuran air mata yang setiap saat, akan mengiatkanmu akan perjuangan seorang sahabat sekolah, ya itu temanmu, adikmu, seniormu, gurumu, orangtuamu hingga keluargamu di sekolah, cinta hingga permusuhan selalu terjadi, ia mempersatukanmu dengan semuanya yang terbilang dengan belitan kasus, dia hilang jika kau lupakan , tapi dia ada dihati yang mengerti bahwa surga adalah yang menyatukannya.
Tahukah kamu bahwa malaikat itu adalah sahabatmu dan surga adalah eschoolmu, maka ingatkanlah dia tentang menciptakan surga barunya, ia memperhatikanmu dimana kamu berada, ia bukan temen bukan juga penciptamu tapi perlu kamu ketahui ia berawal dari A sampai dengan Z. ia bisa menuliskan dirinya dengan tintam hitam, mungkin juga ia menuliskan dirinya untuk masadepanmu. Bingung ya inilah tanggapanmu mengenai Tinta Hitam yang berbentuk tulisan ini, jika engkau tahu maka sejatinya engkau adalah seorang perasa. Bersambung (A Sampai Dengan Z). . . .

Belum ada Komentar untuk "TINTA HITAM"
Posting Komentar